Tanjung Selor- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utaa sangat membutuhkan panti rehabilitasi bagi para pengguna narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba).

“Jumlah korban terus meningkat sementara pusat rehabilitasi belum ada, sehingga kita mengirimkan para pecandu narkoba ke panti rehabilitasi yang ada di luar daerah, antara lain seperti ke Bogor, Samarinda, dan Makassar”. kata Sugiono, Kepala Dinas Sosial Kaltara, di Tanjung Selor.

Terkait hal itu, Kaltara sudah mengusulkan pembangunan gedung untuk panti rehabilitasi narkoba kepada Direktur Jenderal Napza Kementerian Sosial di wilayah Kaltara.

Usulan gedung rehabilitasi bagi para pecandu narkoba itu, rencananya akan dibangun di wilayah Kilometer (Km) 12, Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor.

Lahan yang disiapkan dua hektare merupakan hibah dari masyarakat. Pihaknya optimis panti rehabilitasi narkoba itu dapat dibangun 2020.

Pembprov menyebutkan, tahapan perencanaan pembangunan diharapkan dimulai tahun depan. Pemprov kaltara selain menyiapkan lahan, juga untuk perencanaan bangunan pada 2019. Sedangkan kewenangan pusat melalui Kementerian Sosial, antara lain gedung, dokter, obat-obatan hingga fasilitas untuk keterampilan.

Pembangunan gedung rehabilitasi pecandu narkoba atau napza itu diperlukan, karena korbannya sudah cukup banyak,Program itu juga sebagai pencegahan bagi generasi bangsa sehingga tidak terkena narkoba.

 

Pewarta: Iskandar Zulkarnaen

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT ANTARA 2018