Kepala Dinsos Kaltara — Sugiono.

PROKAL.COTANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai mampu memfasilitasi persoalan sosial dengan kategori baik. Itu terlihat dari penilaian Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2017 lalu, yang menempatkan Kaltara di zona hijau.

Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kaltara Sugiono mengatakan, indikator dalam penilaian Kemensos terdiri dari kesesuaian bantuan sosial dengan jumlah masyarakat, penggunaan dana dekonsentrasi dari Kemensos dan upaya teknis dalam menekan angka kemiskinan.

“Kaltara berada di zona hijau bersama 31 provinsi lainnya. Kementerian menilai persoalan sosial di Kaltara dapat terfasilitasi cukup baik,” ujar Sugiono, Selasa (16/10).

Meski demikian, Sugiono mengaku instansi yang dipimpinnya memiliki tugas berat. Yakni, terkait pendatang yang masuk tanpa keahlian dan budaya kerja mumpuni. Sehingga, ketika mengadu nasib di provinsi ke-34 ini mereka terbentur dengan ketimpangan antara pendapatan dan pengeluaran. Selain itu, terdapat pula potensi masalah sosial di beberapa titik dengan jumlah penduduk dalam kategori padat.

“Kaltara berbeda dengan daerah yang dijadikan rujukan wisata. Di Kaltara, pendatang kesini untuk mengadu nasib. Ini yang kami wanti–wanti agar tidak muncul permasalahan sosial yang berangkat dari urusan ekonomi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, investasi sosial dalam bentuk pendidikan dan kesehatan harus berbanding lurus dengan investasi finansial yang meliputi investasi atau kegiatan ekonomi. Ini dikarenakan investasi sosial memiliki peran tersendiri dalam menghadapi dampak pembangunan ekonomi dari tahun ke tahun. Dengan demikian, ketimpangan sosial atau ratio gini dapat dikendalikan.

“Kami juga berupaya membantu menekan angka putus sekolah dan persoalan kesehatan yang tidak bisa dijangkau masyarakat tidak mampu. Kedua faktor ini sangat penting. Karena, kalau masyarakat kita berpendidikan rendah ataupun sakit–sakitan, bagaimana dapat turut membantu pembangunan daerah,” ujarnya. (*/fai/fen)