SESAK: Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Nunukan sudah over kapasitas terlebih saat dipindahkannya tahanan dari Bulungan beberapa waktu lalu. RIKO ADITYA RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Nunukan kembali menerima tahanan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan. Hal ini membuat Lapas Nunukan semakin sesak. Sebab, kapasitas Lapas Nunukan 260 orang. Sedangkan jumlah saat ini dihuni 845 orang.

Kepala Lapas Klas II B Nunukan Nurwulan Hadi menjelaskan, dengan tambahan tahanan dari Kejari Bulungan sebanyak 20 orang di antaranya satu wanita 19 pria. Tentunya membuat jumlah penghuni lapas meningkat.

Untuk tahun ini saja pengiriman tahanan ke Lapas Nunukan telah dilakukan tiga kali. Dengan jumlah keseluruhan tahanan sebanyak 80 orang.

“Jumlahnya (Penghuni lapas) terus bertambah. Apalagi baru-baru ini menerima 20 orang dari Bulungan,” Kalapas Nunukan R. Nurwulan Hadi Prakoso kepada Radar Nunukan, Rabu (14/3).

Dijelaskan, warga binaan Lapas Nunukan umumnya tersandung Undang-Undang (UU) No 35/2009 tentang narkotika dan obat-obatan terlarang. Dengan begitu, pengawasan ekstra ketat harus dilakukan agar barang haram tersebut tidak masuk ke Lapas. Dengan adanya penambahan sekita 39 orang tenaga pengamanan tentunya sangat membantu.

“Segi keamanan Lapas Nunukan terbantukan dengan adanya pegawai baru untuk penjagaan,” jelasnya.

Diketahui, Lapas Nunukan memiliki empat blok, di antaranya blok A yang memiliki 14 kamar, serta dua kamar yang diperuntukkan bagi anak di bawah umur. Sedangkan, blok B memiliki delapan kamar dan blok C sebanyak 18 kamar dan blok D 13 kamar, satu ruang isolasi dan untuk staf 10 kamar.

Pemindahan tahanan dari luar daerah ke Lapas Nunukan merupakan hasil pertemuan Pengadilan, Kemenkumham, Kejaksaan dan Polisi (DILKUMJAKPOL) di Samarinda 2016 lalu. Di mana, memutuskan Lapas Nunukan merupakan satu-satunya Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) jumlah persentasenya warga binaan tidak terlalu tinggi jika dibanding dengan Lapas Tarakan.